السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Selamat Datang Di Dunia Blog suNNy



Sabtu, 08 November 2014

perdana olah raga bersama pengantin baru


Assalamu'alaikum dear...
Tadi pagi aq habis lari pagi sama pengantin baru.,... oh iya, lupa... aq belum cerita sm kamu klo lita temen kerja ku di PT, Prima Multi Cipta sudh menikah dengan didin. Hehehehe..


Cantik  yaah.... temen2 ku sudah menikah, hanya beberapa yg belum...
Dear, smoga usia ku mencapai sesuatu yang seperti ini yaa..

Btw,... tadi ke monas, sepertinya fungsi monas sudah bukan untuk beroolahraga lagi. Melainkan untuk berjualan, bete banget dear?....

Minggu, 02 November 2014

Event Sòphie Martin

Hari nie,...

Pertama kalinya aq ikut event sophie martin. Launching new catalogue.
Cukup menyenangkan karena saya datang tidak sendiri melainkan dengan downline pertama aq, yaitu... sariningsih. Hehehe, iya nih... sari, temen kuliah yang bersedia menjadi downline pertamaku. 

Oiya, btw.....
Hari nie caranya, ada pemilihan muslimah sophie paris..

Dear,.....
Setelah seharian nongkrongin acara nie... tau gk, aq dapet souvenir dgn nomor undian 06514. Lumayanlah, dari pada gk dapet sama sekali dear..
Acaranya juga cukup menghibur,.. dan ramai sekali 


Aq sudah menjadi member sophie sejak bulan agustus,... 


Selasa, 28 Oktober 2014

Dear Diary... Part 1

5 Januari 2012


Hy Ry... hari ini aku lagi smsan sama "dia".. aku merasa aku tuh cewek yang paling aneh diantara ribuan cewek yang tercipta didunia ini.. Entahlah Ry... mungkin itu hanya perasaan aku aja. Aku gak paham sama perasaan "dia" seperti apa Ry.. Sebenernya ini perasaan yang bukan pada tempatnya dan bukan pada waktunya.

Oh iya Ry.. "dya" ajak aku ke Puncak..


Kalimat diatas sebenarnya belum selesai.. saat ini tgl 29 oktober 2014. Dan saya lupa pada saat itu sedang membicarakan siapa....

Sekarang, aq sudah memiliki seseorang...
:)

Finally, manjat lagi....


Hari minggu,

Aq memang seorang wanita. Tapi aq bisa lho memanjat pohon udh lama banget gk manjat pohon. Terakhir manjat, waktu tinggal dibandung. Uuhhhhh, sewaktu tinggal dibandung rajin banget manjat pohon. Disana banyak pohon jambu, sama rambutan.

Kangen masa-masa SMP, kangen kakek...

Sabtu, 09 Juni 2012

Lama tak bersua denganmu, begitu banyak yang ingin kuceritakan tentang seseorang. Satu sosok yang begitu banyak menginginkannya, Termasuk aku. Tapi, aku tak mampu untuk berharap lebih. Sekedar mengenalnya saja itu sudah lebih dari cukup. Karena kusadar, akan segala kekuranganku. Aku hanya seorang wanita yang tiada daya upaya untuk merubah diri menjadi lebih baik. tapi aku selalu ingin menjadi yang lebih baik.

Sosok itu adalah, ' dia '. Kamu tau yang kumaksud...

ehmmm.. adakalanya, aku harus berdiam diri dan bertahan dalam rasa yang seperti ini. tak mampu berucap yang sebenarnya. Hanya mampu memperhatikan dari kejauhan. 

Ku sadar betul siapa diri ini. Sebab itu, ku jalani apa adanya.

Hanya Tuhan yang tau apa isi hatiku, isi hatimu juga. Biar Tuhan yang mengatur segala rencana pertemuanku denganmu. Aku yakin, Rencana Tuhan lebih indah dari yang aku bayangkan. 

Karena itu, aku tetap bersabar.. Bersabar.. Dan bersabar..

Biar ku menanti dibatas waktu.. bersama senja yang hadir disetiap penghujung hari.. yang selalu menghadirkan keindahan..

Minggu, 12 Februari 2012

●".◇◆ Pengajaran Dari Nabi Yunus Alaihissalam ✿✦✿Tentang MUHASABAH... ◇◆."●

oleh Strawberry pada 10 Februari 2012 pukul 19:30 ·

ღ☆ღ بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم ღ☆ღ

★★ السلام عليكم ورحمة الله و بركاته ★★

Allah mengutuskan Rasul dari kalangan manusia, bukan dari malaikat untuk manusia mengambil pengajaran dari mereka.

Nabi Yunus Alaihissalam yang merupakan seorang Nabi yang diutuskan Allah kepada satu kaum di Ninawa. Dia berdakwah dan menyeru agar kaumnya kembali kepada Allah Shubhanahu wa Ta ' ala.

Dia diuji oleh Allah Shubhanahu Wa Ta 'ala, dengan keingkaran kaumnya, sehingga ke satu tahap, dia tidak mampu bersabar, lantas meninggalkan tugasnya sebagai Rasul Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala.

Dia menuding jari kepada kaumnya yang ingkar, menyalahkan mereka karena tidak menerima dakwahnya.

Firman Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala: "Ketika dia (yakni Nabi Yunus) pergi dalam keadaan marah... " (al-Anbiya' : 78)

♥~✿~♥.•*´`*•.♥♥.•*´`*•.(`'•.¸*¤* ¸.•'´) .•*´`*•.♥♥.•*´`*•.♥~✿~♥

ALLAH MEREFORMASI RASUL-NYA ...

Manusia, memang ada kelemahanya. Namun, kelemahan Rasul dan Nabi, tidak berkait dengan dosa besar.

Hal ini karena, itu akan menjadi kelemahan pada dakwahnya. Sebab itu Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala menjadikan mereka maksum. Tetapi, Allah mengutuskan rasul dari kalangan manusia, bukan dari malaikat adalah untuk manusia mengambil pengajaran dari mereka.

Maka, dalam kisah Nabi Yunus Alaihissalam, Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala telah mereformasi diri rasul-Nya itu. Kesilapan Nabi Yunus Alaihissalam meninggalkan dakwahnya dengan terburu-buru, tidak dibiarkan oleh Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala begitu saja.

Ketika Nabi Yunus menaiki kapal untuk menjauhi Ninawa, telah terjadi badai yang mampu membuat kapal nyaris tenggelam. Mereka membuat undian, dan Allah menjadikan Nabi Yunus yang dilontarkan ke laut. Sebaik saja dilontar, Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala terus menghantar ikan Nun (paus) untuk menelan Nabi Yunus Alaihissalam.

♥~✿~♥.•*´`*•.♥♥.•*´`*•.(`'•.¸*¤* ¸.•'´) .•*´`*•.♥♥.•*´`*•.♥~✿~♥

MENUDING PADA DIRI ...

Bagi siapa yang mempelajari ilmu pengetahuan, dia akan mengetahui bahwa ikan paus adalah mamalia.

Siapapun yang ditelan oleh ikan paus, maka dia akan kesesakan nafas di dalamnya.

Di dalam perut ikan paus juga, mengandungi asam 12 kali lebih kuat dari asam perut manusia.

Nabi Yunus Alaihissalam , berada dalam gelap perut ikan paus itu. Adakah dia mengutuk Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala atas nasibnya ?.. Adakah dia memarahi kaumnya atas musibah yang menimpanya ? .. Adakah dia membenci ahli kapal yang melontarnya ? .. Jawabannya adalah tidak.

Dia tidak menuding jari pada siapapun. Kecuali kepada dirinya sendiri.

Sebaik saja dia berada dalam kegelapan itu, dia menyadari silapnya dan langsung berdoa :

"Tiada Tuhan melainkan Kau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini termasuk kalangan orang-orang yang zalim (yakni zalim terhadap diri sendiri, karena berputus asa)." (al-Anbiya' : 87)

Nabi Yunus Alaihissalam menuding pada dirinya dan menyalahkan dirinya sendiri.

♥~✿~♥.•*´`*•.♥♥.•*´`*•.(`'•.¸*¤* ¸.•'´) .•*´`*•.♥♥.•*´`*•.♥~✿~♥

JAWABAN ALLAH ...

Allah serta-merta mengarahkan ikan paus itu ke pantai, kemudian memuntahkan Nabi Yunus Alaihissalam sebelum sempat asam di dalam perut ikan paus iti merusakkan tubuhnya. Dan sebelum Nabi Yunus tercekik, sesak nafas di dalamnya.

Apakah jawaban Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala ? ..

"Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah (berzikir/bertasbih), niscaya dia akan tetap tinggal di dalam perut ikan paus itu sampai hari berbangkit."(Ash-Shoffaat : 143-144).

Allah melepaskan Nabi Yunus Alaihissalam , kemudian menjayakan pula dakwahnya selepas beliau kembali pada kaumnya, selepas dia berjaya mereformasi dirinya.

Hanya selepas Nabi Yunus ini menyadari kesilapannya dan melakukan perbaikan terhadap dirinya.

♥~✿~♥.•*´`*•.♥♥.•*´`*•.(`'•.¸*¤* ¸.•'´) .•*´`*•.♥♥.•*´`*•.♥~✿~♥

KITA DAN IKAN PAUS KITA ...

Kita diuji oleh Allah Shubhanahu Wa Ta ' ala dengan "ikan paus". Ikan paus dunia.

Di dalam perut ikan paus dunia ini, wujud zat-zat asam jahiliah yang menghancurkan pribadi kita, merusakkan pemikiran kita dan anak-anak kita.

Kita sering menuding jari pada ikan paus kita.

Kita katakan televisi perusak. Kita katakan zionos merancang itu dan merancang ini. Kita tunjuk jari pada orang itu dan orang ini. Menyalahkan segalanya, selain kita.

♥~✿~♥.•*´`*•.♥♥.•*´`*•.(`'•.¸*¤* ¸.•'´) .•*´`*•.♥♥.•*´`*•.♥~✿~♥

LIHATLAH KEPADA YUNUS ...

Allah hanya melepaskannya, selepas dia berjaya menyadari kesilapannya, dan bertaubat memperbaiki dirinya.

Kita juga sama.

Kita hanya bisa keluar dari perut "ikan paus" dunia ini, hanya apabila kita berjaya menyadari kesilapan kita, dan memperbaiki diri kita. Jika tidak, mungkin Allah tidak membantu kita.

Pertolongan Allah, hanya untuk mereka yang berusaha.

"Sesungguhnya Allah itu tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum, melainkan kaum itu berusaha terlebih dahulu, mengubah apa yang ada di dalam dirinya."(Ar-Ra 'd : 11)

oleh itu, sama-samalah kita mengambil pengajaran dari kisah Nabi Yunus Alaihissalam ini.

Kita juga sepatutnya mengambil contoh kisah Nabi Yunus Alaihissalam dengan mereformasi diri kita.

Semangat Karena ALLAH 'tuk Meraih ridhoNya ♥^_^

Ya... ALLAH ..I Want To Be A Good Muslim

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/

Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh

oleh Strawberry pada 13 Februari 2012 pukul 11:04 ·

Penyusun: Ummu Sufyan

Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa’labah Ghanam bin Auf. Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit, yaitu Aus binShamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat Rasulullah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam peperangan, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama Rabi’.Suatu hari, Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya sedang menghadapi suatu masalah.

Masalah tersebut kemudian memicu kemarahannya terhadap Khaulah, sehingga dari mulut Aus terucap perkataan, “Bagiku, engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar dan duduk-duduk bersama orang-orang. Beberapa lama kemudian Aus masuk rumah dan ‘menginginkan’ Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah islam (yaitu dhihaar ).

Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sampai Allah dan Rasul-Nya memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa dan berdialog tentang peristiwa tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan dengan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.”

Sesudah itu Khaulah senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Beliau berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku mengadu tentang peristiwa yang menimpa diriku.”

Tiada henti-hentinya wanita ini ini berdo’a hingga suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu.

Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sadar, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dirimu dan suamimu.” kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya,

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat….. ”

sampai firman Allah: “Dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang pedih.” (QS. Al-Mujadalah:1-4)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarah dhihaar, yaitu memerdekakan budak, jika tidak mampu memerdekakan budak maka berpuasa dua bulan berturut-turut atau jika masih tidak mampu berpuasa maka memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin.

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh islam, wanita yang telah menghentikan khalifah Umar bin Khaththab saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Dalam sebuah riwayat, Umar berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka saya akan mengerjakan shalat kemudian kembali untuk mendengarkannya hingga selesai keperluannya.”

Alangkah bagusnya akhlaq Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan hanya kepada Allah Ta’ala. Beliau berdo’a tak henti-hentinya dengan penuh harap, penuh dengan kesedihan dan kesusahan serta penyesalan yang mendalam. Sehingga do’anya didengar Allah dari langit ketujuh.

Allah berfirman yang artinya, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada–Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/